Selasa, 11 Juni 2019

ON YOUR WEDDING DAY



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Setelah sekian lama, saya datang lagi dengan review film!!! You all should be exited wkwk.

Thanks to Irma, teman yang saya temukan di SMP, teman yang dekat dengan saya saat SMA, teman yang masih berteman dengan saya walau berbeda tempat kuliah, teman hingga sekarang kami berdua sudah lulus kuliah ;) terima kasih sudah berteman dengan saya dan mengenalkan saya pada banyak tontonan Korea. Terima kasih sudah membuat saya menulis.

Sebenarnya Irma hanya ingin sekadar review receh sebatas bahas di chat WhatsApp, tapi saya tanggapi dengan sangat serius melalui posting ini yaampun Irma harus terharu. 28 Mei 2019, sepulang saya mengurus kehilangan e-KTP di kantor Kecamatan, saya harus menunggu 3 jam untuk pengisian game di PS3 pesanan adik saya. 3 jam telalu lama untuk dihabiskan jika hanya dengan menunggu, jadi saya putuskan untuk main ke rumah Irma dengan iming-iming free access wifi yeay!

KaDO DARI CIKARANG



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Long time no see. Tapi percayalah saya sama sekali tak rehat menulis. Malah saya merasa beberapa bulan ini adalah waktu terpadat dalam hal menulis. Ingin clue kira-kira apa yang ditulis? Sederhana saja, semua mahasiswa tingkat akhir akan menulisnya.

Jumat, 18 Januari 2019

NEGERI PADA BADEBAH DI UJUNG TANDUK


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dunia ini selalu dipenuhi kabar buruk. Agar semua orang menyadari, ada banyak kabar baik yang akan segera datang setelahnya.

Sc: Google

Tere Liye lagi yeay! Jadi beberapa waktu di zaman dahulu kala, saya pernah baca dua novel karya Tere Liye yang wow sekali. Dua novel itu adalah; Negeri Para Badebah dan Negeri di Ujung Tanduk. Keduanya kaya bersambung tapi engga(?). Selalu ada pola di dunia ini. Apapun itu, bahkan saat sesuatu itu tidak berpola, polanya adalah tidak beraturan. Tetapi sekacau apapun polanya, kita tetap bisa menemukan hal menarik di dalamnya, menyimpulkan sesuatu. Jadi, dua novel ini ceritanya saling bersangkut paut tapi kalau dibaca terpisah juga tidak masalah karena walaupun tokoh utamanya sama namun konfliknya berbeda.

Senin, 07 Januari 2019

PEMENUH KEWAJIBAN


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iseng buka-buka file lama dan menemukan file ini:D kalau tidak salah ingat, ini tulisan saya yang pernah di-posting di salah satu blog untuk keperluan organisasi atau apalah lupa hehe. Dan sekarang, blognya itu sudah tidak aktif jadi daripada mubazir lebih baik saya posting ulang di sini hehe.

Klaim: sama sekali tidak ada maksud menggurui, hanya sekadar berbagi ilmu yang dimiliki meski tak banyak. “Bagikan walau hanya satu ayat”, iya kan?

Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang wanita yang menanggalkan pakaiannya di luar rumah, yakni membuka auratnya untuk laki-laki lain, maka Allah Azza wa Jalla akan mengelupaskan kulit tubuh si wanita itu. (HR Imam Ahmad, Thabrani, Hakim, dan Baihaki)

Senin, 19 November 2018

KAU, AKU, DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH


Seperti yang pernah aku bilang pada salah satu posting blog-ku, aku (lumayan) banyak membaca novel Tere Liye. Soal kenapa aku baru membuat reviewnya sekarang, anggap saja aku baru menemukan waktu yang tepat. Khusus untuk novel Tere Liye yang satu ini; Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah, aku sampai membacanya dua kali. Tebalnya lebih dari 400 halaman, tapi aku sama sekali tak merasa letih membacanya.

Cinta sejati tidak pernah memiliki ujung, tujuan, apalagi hanya sekedar muara. Air di laut akan menguap, menjadi hutan, turun di gunung-gunung tinggi, kembali menjadi ribuan anak sungai, menjadi ribuan sungai perasaan, lantas menyatu menjadi Kapuas. Itu siklus tak pernah berhenti, begitu pula cinta.

Siklus Sungai Kapuas jauh lebih abadi dibanding cinta gombal manusia. Beribu tahun tetap di sini, meski airnya semakin keruh. Sedangkan cinta gombal kita? Jangan bilang kematian, bahkan jarak dan waktu sudah bisa memutusnya.

Kamis, 30 Agustus 2018

SELAMAT 22, LISA!


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

First of all, Lis, selamat ulang tahun. Kamu do’a sendiri aja ya, nanti aku aamiin-in.

Aku nulis ini diketik agar tinggal nge-print supaya jari jemari aku tidak lelah nulis dan untuk bisa di upload juga di blog. Jadi aku tidak perlu kerja dua kali. Hehehehehehehe lopyu.

Rabu, 11 Juli 2018

DAUN DAN REMBULAN


Beberapa hari lalu, aku membaca salah satu novel Tere Liye yang berjudul Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Judulnya panjang, jujur saja itu sempat jadi alasan kenapa aku tak kunjung membacanya sejak tahu bahwa novel itu terbit. Entah kenapa aku tak suka judul panjang. Sudahlah menilai dari luarnya saja, aku bahkan tak punya alasannya. Alasan kenapa aku tak menyukainya.