Kamis, 08 September 2016

TENTANG A.W DAN I.W (II)


Assalamualaikum wr. wb.

Kalau ada yang bilang saya susah move on, saya setuju deh. Tapi saya mau menjelaskan bahwa saya engga sendirian, karena saya susah move on-nya berdua. Tebak deh sama siapa. Ah sudahlah. Malas juga nebaknya. Saya susah move on-nya sama Indah, ingat ga sama Indah? Pasti engga. Kenal juga engga, kan? wkwk.
 
Nah kita berdua itu susah move on dari Wisnu. Kalau Wisnu mah ingat dong? Ah sudahlah. Pasti engga ingat juga wkwk. Saran saya sih sebelum lanjut baca ke bawah, kindly please check THIS one out ;)

Saya dan Indah itu sudah kenal dari SMP, tapi kita baru temenan dekat pas SMA. Kita memang satu kelas sejak kelas 11, tapi bukan karena itu kita bisa dekat, melainkan karena Wisnu. Iya, Wisnu. Wisnu yang sekarang saya sudah sangat hafal nama lengkapnya; Wisnu Pratama Putra. Wisnu yang dulu selalu dipanggil Wisnu-nya Alya dan Wisnu-nya Indah. Big thanks to Wisnu, yang selalu sabar, sabar, dan sabar dengan saya dan Indah. Semoga engga ada lagi Alya dan Indah lainnya dalam hidup Wisnu.

Minggu, 21 Agustus 2016

MERDEKA (KATANYA)

Assalamualaikum wr. wb.

17 Agustus tahun 45 itulah hari kemerdekaan kita *nyanyi*
Lah sekarang udah tanggal berapa deh? Tanggal 21-_-
Iya maafin ya, telat nih postingnya hmm. Maafin:(

Oke, jadi Indonesia merdeka ya tanggal 17 Agustus. Waw banget kan infonya. Hmmm sebenarnya, merdeka itu apasih? Coba buka KBBI dulu deh ya.

(ceritanya udah buka KBBI) 
(padahal copas KBBI online)

Sabtu, 20 Agustus 2016

TRILOGI JINGGA DAN SENJA


Assalamualaikum wr. wb.

Maaf lama menghilang dan bikin kangen. Tapi tenang, saya kembali ko. Entahlah, belum tahu akan menetap atau pergi lagi. 

Semenjak jadi anak kuliahan, rasanya gumoh banget sama libur semester. DULU, pas masih pakai seragam, libur itu hadiah. Semacam tetesan air di gurun pasir. Sangat diharapkan dan memberi harapan. Tapi di kuliah? Ya bahagia sih, kalo dosen engga masuk. Eh tapi, kudu wajib mutlak diganti hmmm. Jadi libur itu apa? Libur itu engga ada. Tapi sekalinya ada, aduh, kenapa harus ada? Galau, memang. Serba salah yang disalah-salahin. Paham atau engganya terserah ya, engga nanggung wkwk.

Liburan kelamaan yang bersalah itulah, yang sedang saya hadapi sekarang. Untuk mengisi kekosongan, manusia pasti mencari jalan keluar untuk menghibur diri walau dengan cara yang berbeda-beda. Cara saya adalah; mantengin Ibaw (laptop tercinta). Entahlah untuk download, nonton film dan drama bertumpuk-tumpuk dari Tika, ngerjain proposal setengah hati (maafin hiks), dan baca novel. Pilihan terakhir itu mengantarkan saya pada petualangan di masa lalu dengan ‘bertemu kembali’ sama tiga novel legendaris karya Esti Kinasih. Saya tahu, membacanya lagi sama saja dengan bernostalgia panjang yang alay tapi menyenangkan.

Senin, 03 Agustus 2015

INSOMNIA VS TIDUR YANG BAIK

Jujur, dari kecil saya engga terbiasa sama yang namanya tidur sehabis isya. Apalagi pas ayah saya kerja di mini market yang mengharuskan dia pulang ke rumah jam 00.00 atau  bahkan lebih tapi juga pernah di bawah jam itu. Waktu itu saya masih SD dan saya selalu nungguin dia pulang. Engga sih, engga nungguin juga..kesannya kaya anak berbakti banget haha. Tapi itu karena saya memang engga bisa tidur.

Seiring berjalannya waktu, saya tahu sebuah istilah yaitu insomnia. Itu lagu, kan?

Oke, serius. Kata Wikipedia, Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti kelainan emosional, kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan.

Belakangan ini, kata insomnia terkenal banget. Terutama di kalangan remaja, pengguna twitter, dan remaja pengguna twitter, do you understand what I mean? Iya, mereka sering ngetweet “aduh insom nih”, “insomnia melanda”, “hmm pake insomnia segala”. Iya...mereka sering ngetweet begitu...di jam 11 malem. YAELAH. JAM SEBELAS UDAH INSOMNIA. PLEASE DEH.

*Eh tapi khusus untuk Jehan, itu udah insomnia deh. Kenapa? Karena dia selalu tidur abis isya.

“Sebuah survei dari 1,1 juta penduduk di Amerika yang dilakukan oleh American Cancer Society menemukan bahwa mereka yang dilaporkan tidur sekitar 7 jam setiap malam memiliki tingkat kematian terendah, sedangkan orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam lebih tinggi tingkat kematiannya. Tidur selama 8,5 jam atau lebih setiap malam dapat meningkatkan angka kematian sebesar 15%,” said Wikipedia.

Nah, berarti kita harus tidur 7 jam setiap malam? Tapi kawan, kalian tahu manusia tersehat di dunia ini? Rasulullah SAW? Iya, benar. Beliau tidur hanya 4 jam. Dan beliau adalah manusia tersehat loh karena selama hidupnya beliau hanya sakit 2 kali. Berarti, apakah insomnia itu baik?

Jadi ternyata begini, menurut penilitian –yaiyalah masa menurut saya-, orang yang tidur lebih dini dan tidur mereka lelap (kurang lebih 2-4 jam) berarti orang itu melakukan tidur yang sempurna. Jadi sebenarnya tidur  7 jam  setiap malam itu tidak 100% benar. Yang baik itu adalah tidur dengan lelap, sederhananya tidur tanpa mimpi, karena di saat itu otak kita benar-benar istirahat.

Sementara kalau kita tidurnya 7 jam dan Cuma tidur ayam, itu tidak dianggap sebagai tidur tapi hanya buang-buang waktu. Mungkin inilah alasan saya kurus tapi masih untung jarang sakit, saya tidur kurang dari 7 jam, kurang banget malah, tapi setiap tidur saya benar-benar dalam kondisi letih lesu lunglai wkwk semacam hidup berat banget ya-_- saya tidur dalam kondisi te...nang. Kejadian hari ini yang bikin sebel, maafin aja. Baru besok pas bangun tidur kan udah seger tuh, nah ngomel deh wkwk.

Insomnia itu tetap bukan hal baik. Insomnia yang memang udah ‘penyakit’ maupun insomnia karena engga mau tidur gara-gara film masih nanggung buat di tonton, chattingan masih berlanjut, galau, tweeting, tugas  belum kelar, bola sebentar lagi mau main, COC masih seru, dan apapun alasannya!!! Insomnia adalah bukan hal yang baik.

Mulai sekarang, pasang deh alarm jam 9 malam atau jam 10 deh sebagai pengingat untuk siap-siap tidur. Matiin laptop, matiin koneksi internet di HP, cuci tangan, cuci kaki, gosok gigi, wudhu, matiin lampu, dan berdoa. And do not turn on the television! Percuma aja itumah akhirnya nonton juga-_-

Kenapa harus matiin lampu?

“Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman,” (Muttafaq’alaih)

Jangan takut tidur dalam gelap, karena gelap melindungi kita dari berbagai penyakit hehe jadi ingat lagunya Tasya featuring Sheila On 7 waktu saya masih kecil. Tidur di tempat gelap dan hening merangsang pembentukan hormon melatonin sebaliknya sinar yang terang dan medan elektromagnetik mampu menghambat pembentukannya. Oleh karena itu matikan lampu sebelum tidur, selain menghemat listrik juga memberikan efek positif bagi kesehatan tubuh.

Kenapa harus berdoa?

Yaa karena berdoa adalah kebutuhan. Oh iya, waktu itu saya sempat baca di Instagram soal berdoanya Rasulullah. Akhirnya saya googling dan menemukannya;

Rasulullah SAW berpesan kepada siti Aisyah ra, “Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu :
1. Sebelum khatam al-Quran
2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat
3. Sebelum para muslimin meridhai engkau
4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah"

NAH LOH BINGUNG GA TUH HARUS GIMANA? EITS BENTAR DULU.

Bertanya siti Aisyah, “Ya Rasulullah ! bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? “

Rasul tersenyum dan bersabda :
1. “Jika engkau akan tidur , membacalah surat al –Ikhlas tiga kali. Seakan-akan engkau telah mengkhatamkan Al-Quran,”
Bismillaahirrohmaan irrohiim, Qulhuallaahu ahad’ Allaahushshamad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul lahuu kufuwan ahad’ (3x)
2. “Membacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat,”
Bismillaahirrahmaan irrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa Muhammad wa’alaa aalii Muhammad (3x)
3. “Beristighfarlah untuk para mukminin maka mereka akan meridhai engkau,”
Astaghfirullaahal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih (3x)
4. “Dan perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil dan bertakbir, maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah,”
Bismillaahirrahmaan irrahiim, Subhanallaahi Walhamdulillaahi walaailaaha illallaahu allaahu akbar (3x)

Begitulah hehe. Semoga semua orang yang susah tidur di malam hari, dan jadi kebo di siang hari bisa mengembalikan jam biologisnya dengan tidur cukup di malam hari. Semoga insomnia tidak lagi melanda hehe. Bye!

*Posting ini tidak akan selesai tanpa kontribusi:


Senin, 20 Juli 2015

ANONIM


Saya belum tahu bagaimana harus memulai ini. Mungkin hampir satu tahun saya engga punya mood untuk nulis. Nulis engga jelas, tapi selalu bikin saya bahagia serasa memeluk waktu dengan jari-jari saya yang manari-nari di atas keyboard. Karena semua yang saya lewatin setiap detiknya saya putar ulang, dan saya tulis di calendar HP. Nulis di calendar HP adalah hobby saya. Hobby? Yaaa remember? Everybody needs a hobby, said Tony Stark.

And here I am..at the second paragraph but still don’t know how to start this post. Lalu setelah itu, kalo saya sempet seperti sekarang, saya akan rangkum tiap kejadian di tiap harinya ke Microsoft Word. Kalau ada yang bilang memulai itu sulit, maka tolong bilang ke dia, siapapun itu, kalo Alya sependapat sama dia. Banyak sekali hal yang ingin saya mulai, but how could I stuck around this too much long ah kalo kata Juned mah noona ya no pabo jeongmal...yang artinya sudah pasti bukan hal yang baik.

Sabtu, 22 Maret 2014

Ana uhibbuka fillah, calon imam.

Romantis banget kan judulnya hehe. Tapi gaje ya prolognya. Bahkan sampai di kata inipun sama sekali tidak menjelaskan apa maksud dari judul di atas.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, kamu yang sekarang sedang sibuk dengan dunianya. Entah apa yang sedang kamu lakukan sekarang.. apa mungkin engga sengaja lagi googling terus nemu blog ini, dan baca posting ini? Atau emang udah biasa visit blog ini? Nah! Jodoh berarti. Karena posting ini buat kamu. Lagi ngelakuin apapun kamu di sana, semoga itu merupakan hal yang bermanfaat dan akan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sejujurnya, saya juga gatau untuk siapa ini saya tulis. Untuk dibaca oleh siapa tulisan ini saya posting saya gatau. Pokoknya buat kamu. Tapi kamunya yang mana, saya gatau. Semakin dekat sama UN, semakin sibuknya ngurusin pendaftaran PTN, semakin banyaknya pengeluaran dana yang nguras dompet sebelum lulus, pikiran saya dan teman-teman saya mulai kacau mikirin masa depan. Dan di masa depan saya, saya mengharapkan kamu.

Rabu, 19 Februari 2014

Nurul dan Andas

Kenapa judulnya Nurul dan Andas bukannya Endah dan Resa? Karena saya ingin menceritakan Nurul dan Andas, bukan Endah dan Resa. Prolog yang amat sangat penting, bukan?

Saya kenal Andas karena kita satu SMP di SMPN 1 Cikarang Utara yang kran airnya ada diseluruh penjuru sekolah untuk ambil wudhu sholat Dhuha bersama setiap paginya. Nurul adalah teman sebangku saya selama di SMAN 1 Cikarang Utara. 3 tahun berturut-turut kita sekelas dan jadi gausah bingung aja gitu milih temen sebangku.

Jadi, mereka berdua pacaran.

Saya ingin menceritakan kisah mereka di sini karena janji saya dan karena iseng aja gitu ga ada bahan tulisan selain mikirin UAS, UN, jurusan kuliah, SNMPTN, SBMPTN, foto buku tahunan yang masih bingung mau kapan fotonya, serta ujian praktek yang membuat penderitaan ini semakin komplit. Kalau di KFC, mungkin bisa dipaketin dengan bonus sengsara++ dengan harga yang harus dibayarkan berupa semangat  pantang menyerah, selalu bersyukur, serta menjalaninya dengan ikhlas. Subhanallah ga sia-sia jadi anak Rismaci:”)